Skip to main content

Syair :Jalan kadang terlihat maya akankah langit kan menangis

Terik di atas semakin terasa begitu dekat.
keringat menetes bersama pandangan yang semakin kabur.
berat langkah,bimbang di dada.
masihkah..jalan kan tertapak
di simpang hati yang semakin menyerupai retakan tanah.
bolehkah terik membingkis senyum yang tertup kelabu awan.
bolehkan badan bersandar akan semua kelelahan
atas kerinduan yang tak sampai pada hujan.
boleh kah cemara yang teduh memeluk kelopak mata
bahwa ini adalah kenyataan.
adakah dara dengan jari manis bersulang
 atas dahaga di atas tanah yang menantikan hujan.
adakah nyonya sekadar hadir di bilik suara memanggil nan rintih.
jalan kadang terlihat maya mungkin kah hujan kian kan turun.
langit masih terhambar di atas ubun ubun dan kloase ingatan.
awan berselimut pekat kan lalu
hujan kan tiba di atas tanah dimana aku mendekap segalanya.
halaman masih terlampir bersama abjad yang membentuk sebuah kata,
 beranjak pada kalimat bahwa bahasa paling indah adalah cinta,
untuk sejenak saja di tadah gubuk reok nan rapuh,
beberpa aku melihat gagak gagak mulai ikut dalam peraduan,
adakah es teh yang terhidang di atas meja berpangku harap.
bahwa di tengah halaman,,sayup sayup
 pandang maya di antara kalimat entah komah, atau titik
di lautan ilmu di atas tanah para pahlawan
Kembalilah...dalam harap dan do'aku.


Comments

Popular posts from this blog

Magis NoveL Sang Penyair Karya Mustafa Lutfi Al-Manfaluti

Novel Sang Penyair karya Mustafa Lutfi el-Manfaluti,  Sebuah novel yang amat biasa ketika pertama kali aku menemukan di pojok rak Perpustakaan SMA dulu,  sampul sederhana hanya gambar orang eropa dengan judul sekadarnya saja" simple sekali, fikirku saat itu , dan belum tentu novel  ini bakal menyajikan balada yang membius pembacanya. Novel dengan tebal315 halaman  aku bawa pulang kerumah dan membacanya  per halaman  saking tebalnya novel itu7 hampir tuntas tiga minggu lebih, dan ada sesuatu yang menarik kutemukan. kau bisa membaca dan menyelami sambil menikmati secangkir kopi.    Kau tahu, inilah salah satu kelemahan jiwaku. Kelemahan yang aku nikmati dan aku kagumi satu-satunya. Dengan hidup seperti ini, aku memperoleh kenikmatan yang luar biasa dan engkau tak akan mampu mengetahui kenikmatan jiwa yang aku peroleh. Kenikmatan yang aku lihat dengan perasaan bahagia, walupun orang mengumpat dan mengutuki aku. Semua hinaan, sumpah serapah yang ...

Merajut Benang Merah

Saya mulai dari sebuah unek-unek yang seperti rajutan benang tumpang tindih, bahwa saya tumbuh dan besar dengan ketakutan terhadap sekolah dan guru, terlebih bila dihadapkan   pelajaran seperti matematika, kimia dan fisika membuat hari-hari sekolah serasa memasuki film “ final Destination” mengerikan..! Pada SMA aku masuk jurusan IPS yang selau di cap berisik dan suka bikin onar dan sampai titik ini ketakuttanku dengan sekolah dan guru sudah nyaris tidak ada, tapi matematika masih menjelma bak   boneka Annabelle, membuat merinding dan ingin lari saja. SMA dengan berbagai hal dan kisah menarik yang aku alami bersama teman-teman, guru, cewe yang aku sukai   namun tak pernahi sampai, penjaga kantin sampai tukang jual pentol yang stay di masjid saat jam istirhat, pada fase inilah aku mulai menyusun dan melihat jika nanti sudah lulus mau apa dan jadi apa?.. dan aku menyadari pilihan-pilihan itu lebih sulit   dan lebih menakutkan dibandingkan ruwetnya rumus   matema...

Mereka Rindu Segala Hal Tentang Sekolah

SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, dahulu keempat jenjang Pendidikan hidup dengan damai, namun semuanya berubah saat Covid 19 menyerang. Hanya antivirus yang mampu mengendalikan covid 19 dan menghentikannya. Namun saat dunia membutuhkanya, dia belum ditemukan..   Pasca covid 19   menjadi sebuah pandemi, yang menghebohkan jagad raya, banyak tatanan hidup yang semerawut dan tak karuan mulai dari pekerja seni, tukang sound hajatan, pedagang, ojek, dan   yang tak kalah merasakan imbasnya adalah dunia pendidikan, sebagai seorang warganet dan pemerhati lini massa saya melihat pemerintah sudah bekerja keras dengan   melakuan segala macam cara, mulai pemberian paket internet kepada siwa guna mempermudah proses pembelajaran via daring, bantuan sosial dan sebagainya. Setelah melewati hampir tiga bulan lebih   pendidikan kita masih tetap mengandalakn proses belajar dari rumah, baik dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi negeri, dan apakah   mereka rindu ...