Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2023

Hubungan Guru Dan Murid (Semua Anak Sama Indahnya Seperti Matahari Terbenam)

        (Foto:Hengky dj: Kegiatan pembelajaran dengan siswa berkebutuhan khusus) Ya..Aku dititipi banyak oleh orang tuaku, guru, dan dosenku dari yang pentig sampai konyol.. kamu juga begitu, kan?.. jumlahnya tak terhitung” bukankah ini sudah saatnya untuk kita? Untuk berubah dari yang dititipi jadi yang menitipkan sesuatu memang merepotkan, tapi kita tidak terus begini..’’ suatu saat, kau juga akan jadi  yang mentraktir, dan di panggil guru, Pak atau Ibu, kita juga tidak bisa terus jadi anak-anak, kalau ingin jadi keren seperti mereka. Aku telah mencapai sebuah kesimpulan yang menakutkan bahwa aku adalah unsur penentu di dalam kelas. Pendekatan pribadikulah yang menciptkan iklimnya. Suasana hatikulah yang membuat cuacanya. Sebagai seorang guru aku memiliki kekuatan yang sangat besar untuk  membuat hidup seseorang menderita atau gembira. Aku bisa menjadi alat penyiksa atau alat pemberi ilham. Aku bisa mempermalukan atau bercanda, melukai atau ...

Jika Agamawan Selalu Menganggap Orang Lain Kotor, Maka Kesucian Hanya Bahan Gurauan

  Akhir-akhir ini banyak orang gila baru berkeliaran, Gus. Orang-orang yang hidupnya terlalu kenceng dan serius. Seperti bocah tua yang fakir cinta. Saban hari giat sembahyang. Habis sembahyang terus mencaci. Habis mencaci sembahyang lagi. Habis sembahyang ngajak kelahi. Dikit-dikit marah dan ngambek. Dikit-dikit senggol bacok. Hati kagak ada rendahnya. Kepala kagak ada ademnya. Menang umuk, kalah ngamuk. Apa maunya? Maunya apa? Dikasih permen minta es krim. Dikasih es krim minta es teler. Dikasih es teler minta teler. Kita sih hepi-hepi saja, Gus: ngeteh dan ngebul di beranda bersama khong guan isi rengginang, menyimak burung-burung bermain puisi di dahan-dahan, menyaksikan matahari koprol di ujung petang. Bahagia adalah memasuki hatimu yang lapang dan sederhana, hati yang seluas cakrawala.  

REVIEW FILM TEGAR, MEMAHAMI HIDUP MELALUI SUDUT PANDANG ANAK DISABILITAS

                Jumat malam yang aduhai karena esok adalah hari sabtu waktu yang biasa aku gunakan untuk bagun pagi dan bermalas-malasan, kebetulan tidak ada jadwal piket   sekolah, malam itu melepas lelah dengan secangir kopi dan mematik seputung rokok bercengkrama dengan anak-anak   warkop yang makin malam semkain tidak jelas. Kurasa cara menikmati akhir pekan dengan begitu manis. Lagi asyik kami berdebat menuju 2024, tiba-tiba hp ku menirima pesan aku lihat dari notif dari kepala sekolah, Ibu Rini wulandari, tak selang lama beliau menelepon” pak besok datang ke acara sosialisai penguatan pendidikan karakter (PPK). Pukul 09.00 di Bg-Junction. “ Ada apa lagi ini” batinku” tanpa berfikir panjang aku hanya menjawab” Inggih”. Kopi masih mengepulkan asapnya ku minum dr cawan” menatap langit langit atap warung yang usang” Andai hidup se asyik seperti orang pertama menyeduh kopi, seruku pelan! Pagi pukul 06.00 alarm berbunyi seperti omela...